Contoh GUI-2 (SimpleFrame.java)

import javax.swing.JFrame;

public class SimpleFrame extends JFrame {        //Class yang bernama SimpleFrame adalah turunan dari kelasJFrame
public SimpleFrame(){                //konstruktor kelas SimpleFrame
super(“Frame title”);            //Memanggilonstruktor dari kelas induk JFrame dengan                                         //parameter “Frame title”
setSize(300,100);            //Method untuk ukuran frame (dalam satuan pixel)
setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE); //behavior Frame setelah  di-close adlah keluar dari program
setVisible(true);            //objek ini akan ditampilkan karena metode setVisible dipanggil
// dengan parameter true.
}

public static void main(String[] args) {        //Main Method
SimpleFrame sf = new SimpleFrame();        //objek sf dari kelas SimpleFrame
}
}

`contoh GUI-1 (Expiration.java)

import javax.swing.*;        // mengimport javax.swing

public class Expiration extends JFrame {    // membuat class utama dengan perluasan JFrame untuk membuat Frame
JComboBox monthBox = new JComboBox();    // membuat suatu combobox dengan nama monthBox
JComboBox yearBox = new JComboBox();    // membuat suatu combobox denga nama yearBox

public Expiration() {
super(“Expiration Date”);        // memberikan label Frame dengan nama Expiration Date
setSize(220,90);                // menentukan ukuran fram 200×90 pixel
setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);    // mengeset default operasi close, minimize dan maximmize

JPanel pane = new JPanel();        // membuat panel baru untuk menampung pane combobox
JLabel exp = new JLabel(“Expiration Date”);    // membuat label baru dengan caption “Expiration Date”
pane.add(exp);                    // menambahkan label exp ke dalam panel “pane”
for(int i = 1; i < 13; i++)        // perulangan untuk menambahkan item pada year box
monthBox.addItem(“” + i);    // menambahkan item dengan nama “i” dari 1 sampai 12
for(int i = 2000; i < 2010; i++)    // perulangan untuk menambahkan item pada year box
yearBox.addItem(“” + i);    // menambahkan item dengan nama “” dari 2000 sampai 2010
pane.add(monthBox);                // meletakakan month box ke dalam panel “pane”
pane.add(yearBox);                // meletakakan year box ke dalam panel “pane
setContentPane(pane);            // mengeset combobox ke dalam Panel pane
show();                            // menampillkan Frame Expiration
}

public static void main(String[] args) {
Expiration ex = new Expiration();    // membuat instace baru (Frame)
}
}

Contoh pewarisan

1. Sebuah kelas Box diwariskan ke kelas turunannya MatchBox
Semua properti yg dimiliki oleh kelas induk akan diwariskan dan dapat diakses
kelas turunan sesuai dengan modifier yang ditetapkan. (public/private/default).
Informasi lebih lanjut mengenai Pemrograman Berorientasi Objek akan lebih
jelas pada matakuliah Pemrograman Berorientasi Objek.

class Box {

	double width;
	double height;
	double depth;
	Box() {
	}
	Box(double w, double h, double d) {
		width = w;
		height = h;
		depth = d;
	}
	void getVolume() {
		System.out.println("Volume is : " + width * height * depth);
	}
}

public class MatchBox extends Box {

	double weight;
	MatchBox() {
	}
	MatchBox(double w, double h, double d, double m) {
		super(w, h, d);
		weight = m;
	}
	public static void main(String args[]) {
		MatchBox mb1 = new MatchBox(10, 10, 10, 10);
		mb1.getVolume();
		System.out.println("width of MatchBox 1 is " + mb1.width);
		System.out.println("height of MatchBox 1 is " + mb1.height);
		System.out.println("depth of MatchBox 1 is " + mb1.depth);
		System.out.println("weight of MatchBox 1 is " + mb1.weight);
	}
}

2. Kelas MyBase Diwariskan ke kelas MyDerived
class MyBase {
 private int x;
  public MyBase(int x) {
  this.x = x;
 }
 public int getX() {
  return x;
 }
 public void show() {
  System.out.println("x=" + x);
 }
} 

class MyDerived extends MyBase {
 private int y;
 public MyDerived(int x) {
  super(x);
 }
 public MyDerived(int x, int y) {
  super(x);
  this.y = y;
 }
 public int getY() {
  return y;
 }
 public void show() {
  System.out.println("x = " + getX());
  System.out.println("y = " + y);
 }
}
public class Inheritance1 {
 public static void main(String[] args) {
  MyBase b = new MyBase(2);
  b.show();
  MyDerived d = new MyDerived(3, 4);
  d.show(); }
}

Maka Program tersebut silahkan anda eksekusi dan pelajari berdasarkan
buku atau literatur yang anda miliki mengenai Java Inheritance.
Anda serahkan penjelasan sederhana program tersebut dalam format .doc/.docx, nama file anda berikan seperti biasa.

Enjoy your task..

MyDerived

exception handling (contoh program eksepsi-2)

1. Array Exception

public class eksepsi
{
public static void main(String[] args)
{
int i=0;
String myarray[]={“Array pertama”,”Array Kedua”,”Array Ketiga”};

try{
while(i<4){
System.out.println(myarray[i]);
i++;}
}catch(ArrayIndexOutOfBoundsException e){
System.out.println(“Eksepsi ditangkap di sini”);

}finally {
System.out.println(“Pesan ini selalu ditampilkan”);
}
}
}

 

2. Runtime Exception (Eksepsi Aritmatik).

class eksepsi4
{
public static void main(String[] args)
{
try{
for(int i=0;i<=9;i++){
System.out.println(“Nilai i =”+i);
if(i==5){System.out.println(i/0);}
}

}catch(RuntimeException r){
System.out.println(“Terjadi error pembagian dengan nol”);
}
System.out.println(“dengan menggunakan try statement, tdk terjadi deadclock, sehingga eksekusi tidak dihentikan, buksinya statement ini dijalankan”);
}
}

public class eksepsi3
{
public static void main(String[] args)
{
int i=10;
String myarray[]={“Array pertama”,”Array Kedua”,”Array Ketiga”};

try{
System.out.println(i/0);
}catch(ArithmeticException e){
System.out.println(“Terjadi error aritmatik”);
}catch(Exception e){
System.out.println(“error terjadi”);
}
}
}

Problem Untuk tugas ke-3 java programming

Rancanglah sebuah class dan implementasikan dengan bahasa pemrograman Java untuk mnyelesaikan salah satu atau kedua permasalahan berikut.

kirimkan source code dan hasil printscreenya.

1. The Magic Number. (nama class : MagicNumber(3 digit terakhir NIM)).

Magic number adalah bilangan yang nilainya adalah jumlah dari hasil kali sepuluh, seratus atau bahkan seribu(dst..) dari sebuah angka terkecil tertentu.

sebagai contoh 1443 adalah magic number dari 13, sebab 1443 adalah (13+13*10+13*100). jadi 1443  adalah jumlah dari hasil kali sepuluh dan seratus dari bilangan 13.

Tugas program anda adalah mencari x(magic number) dari sebuah bilangan “a” yang nilainya adalah bilangan terkecil yang lebih besar dari “b”.

sebagai contoh diberikan input a=6 dan b=100, maka x=(6+6*10+6*100)=666, karena 666 adalah bilangan terkecil yang lebih besar dari 100 dan merupakan magic number utuk angka 6.

contoh lain, input a=19, b=1000, maka maka magic numbernya adalah x=(19+19*10+19*100)=2199.

 

2. The Magic Square(nama class : MagicSquare(3 digit terakhir NIM)).

Magic suare adalah sebuah matriks berukuran nxn (dalam tugas ini 3×3).

matriks ini cukup unik karena jumlah dari masing2 baris (baris 1,2,dan3) atau masing2 kolom (kolom 1,2,dan 3) atau jumlah bilangan diagonalnya adalah sama.

sebagai contoh  :

matriks,

2    7    6   —> 15

9    5     1  —->15

4    3     8  —–>15

|      |      |    jumlah diagonalnya pun 15

15 15  15

 

Program Anda akan bertugas untuk menerima input sebuah matriks berukuran 3×3  dengan menggunakan perulangan ganda ” for” untuk mengisi setiap elemen matriks kolom ke-i baris ke-i.

sebagai contoh intput :

elemen (1,1) = 3

elemen (1,2) = 9

elemen (1,3) = 6

dst..

elemen(3,3)=5

kemudian program anda akan menghasilkan output apakah matriks tersebut adalah magic square atau tidak, dan kemudian menampilkan nilai magic squarenya.

 

Asisten Lab BPII-Group III&IV.

terimakasih.

Brikson Barus.

Mengenal OpenBSD.

Sistem Operasi, banyak orang pasti langsung ngebayangin WINDOWS, LINUX (Termasuk smua distronya). Tidak banyak orang kenal dengan OS yang satu ini “BSD” ( Barkeley Software Distribution) Family. Ada bebrapa versi dari BSD antara lain : OpenBSD, FreeBSD, NetBSD. Sejarahnya OS OpenBSD ini dikembangkan dari software yang namanya UNIX, makanya sering juga disebut sebagai BSD-UNIX.
Untuk versi FreeBSD, sekarang OS ini sudah mulai stabil dijalankan dan mampu mendukung sistem yang besar. OS jenis ini terkenal dengan kesimpelannya, memang OS ini sangat sederhana bila dibandingkan dengan saudara-saudaranya di BSD Family. OS NetBSD memiliki kelebihan tersendiri, ia mendukung banya hardwaredan perlengkapan canggih, (yah lumayan ya kan..) kelebihan lainnya adalah keamanannya dalam mengelola sistem yang besar, makanya OS ini banyak dipakai di server jaringan yang besar.
Nah ini dia yang terakhir OpenBSD. OpenBSD ini memiliki sedikit perbedaan dibanding NetBSD, walaupun ia dikembangkan dari NetBSD. Bila NetBSD memiliki keunikan dengan portabilitas yang sangat tinggi, maka OpenBSD memfokuskan diri pada Ketangguhan Sistem dan Keamanan Jaringan.
Untuk lanjutnya ada beberapa kelebihan dari OpenBSD ini antara lain:
1. OpenBSD adalah doftware yang selalu mengutamakan keamanan, sesuai dengan tujuannya “secure by default”. Untuk system yang membuatuhkan keamanan yang tinggi tentu OpenSD adalah pilihan yang tepat.
2. OpenBSD bersifat multi platform.
OS ini dapat berjalan di banyak platform dan tipe hardware yang berbeda. Untuk melihat hardware yang didukung, kunjungi
http://www.openbsd.org/plat.html.
3. OpenBSD dan aplikasi-aplikasi di dalamnya bersifat free. Fitur-fitur di dalamnya dapat digunakan tanpa memikirkan biaya atau lisensi.
4. OpenBSD mampu memberikan pembangunan system yang berkesinambungan dan terbuka, sejalan dengan prinsip opensource.
5. Walapun banyak dipilih untuk sistem server, tetap OpenBSD dapat dijalankan pada Dekstop PC atau Laptop anda.
Dah mule dapat gambaran kan tetang OpenBSD, untuk itu gak ada salahnya beralih ke OS yang satu ini. Sekaligus mulai membiasakan diri dengan software opensource. Udah dulu ya untuk OpenBSD.
Kalo nanya-nanya, kasi comment ya…
BRIKSON.